CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Thursday, July 29, 2010

Mari Masak Masako ^_^

Kalau ngomongin masak, aku memang pemula banget...malah pra-pemula, hahahaa! Senang masak tapi ngga pernah masak (how come??!!) :D

Aku memang senang masak, punya minat yg cukup tinggi sama dunia dapur, tapi hawa malas yang kumiliki ternyata lebih tinggi dari minat belajar masakku, hiiii..!! Daripada hobi masakku jadi tinggal kenangan, aku akhirnya membulatkan tekad untuk segera belajar masak sebelum mendapat ultimatum kedua dari Mama. Begini ceritanya (auuuuuuuu...) *backsound serigala mengaum +_+

Aku senang sekali belajar berbagai macam bahasa asing, dan saat ini pun aku tengah mengikuti kursus bahasa yang bahasanya dipakai di hampir seluruh negara di Amerika Selatan kecuali Portugis, yakni Spanyol. Sebelumnya, aku sudah mempelajari bahasa asing lainnya seperti bahasa negeri Doraemon dan bahasa romantis Perancis. Bahasa Inggris? hmm..sepertinya itu sudah otomatis, meskipun my English masih belepotan ;D

Temanku cerita, salah satu temannya akan menikah tahun depan, dan ia tidak diijinkan mengikuti kursus bahasa Spanyol yang ia minati sejak lama. Oleh orangtua dan kekasihnya, ia diarahkan untuk kursus masak dan jahit saja sebagai persiapan menjadi ibu rumah tangga. Poor her...mungkin jika aku di posisinya aku akan mengamuk karena merasa terancam akan dipingit nanti :O

"Ya iyalah lebih baik les masak-jahit daripada nanti gak bisa ngapa-ngapain, dipulangkan suami baru tahu," kata Mama begitu aku menyampaikan cerita temanku itu. What!! Mama nyindir aku biar juga belajar jahit nih? :O

Aku menganggap itu adalah ultimatum pertama dari Mama, soalnya beberapa bulan lalu aku memang pernah bilang ke Mama mau belajar masak dan jahit namun sampai saat aku sudah mulai kursus Spanyol yang mendadak les, aku belum juga menyentuh dapur.

"Iya tapi kan kasian dianya, masa' mau les Spanyol ga boleh...kan mungkin dia minat sama bahasa," tukasku.

Temanku yang menceritakan tentang temannya itu sependapat denganku, tak bisa kami bayangkan jika kami menjadi ibu rumah tangga sejati.

Waktuku yang sangat luang sekali beberapa bulan terakhir ini sebenarnya sayang sekali banyak yang terbuang. Aku terlena dengan kekosongan waktu yang kumiliki. Selain kursus bahasa, aku menghabiskan sebagian besar waktuku untuk tidur :O

Sampai akhirnya sekarang (akhirnya) aku mendapatkan mood untuk mulai menggeluti hobi masakku. Apalagi aku dan pasanganku tengah dalam upaya merampungkan rencana pernikahan. Itu berarti aku adalah seorang calon ibu rumah tangga! Masa' ga bisa masak???

Ok! Mood sudah terkumpul, alhamdulillah (lagi : akhirnya) aku belajar masak juga. Dan guru masakku adalah Nyai Otingtong alias Oting, my house-keeper. Dia seumuran denganku, sudah menikah dan memiliki satu anak. (Oting, dirimu mendapat self publishment dariku, hihi). Oting bilang, dia malah sama sekali tidak bisa memasak di awal pernikahannya. Aku harus bersyukur, karena aku selangkah, atau mungkin beberapa langkah lebih maju darinya. Aku sudah mulai belajar memasak sebelum (insya Allah) menikah :)

Pelajaran pertamaku,
Ternyata tidak sulit. Amunisi wajib adalah bawang merah, bawang putih, garam. Haiyaahh..kenapa aku gak belajar masak dari dulu?? Mudah sekali...alhamdulillah aku tidak merasa kesulitan mengakrabkan diri dengan hobi masakku. Ya, kalau menunya berat harap maklumlah, namanya juga chef pemula :P

Aku jadi makin semangat mempelajari menu-menu lainnya. Daily menus, walaupun aku harus menangis tiap kali guru Oting menugaskan ngulek bawang merah untuk bumbu. Namun tidak mematahkan semangatku, terbayang di benakku, calon suamiku kelak senang dengan masakanku, minta tambah, dan itu menjadi kebahagiaan serta kepuasan batinku. Wahhh, khayalan tingkat tinggi ^o^

But live ur dreams! Nothin's impossible, insya Allah.

Aku pun menanyakan pasanganku menu apa saja yang ia ingin aku bisa memasaknya,; makanan kesukaannya. Ternyata buanyak sekaliiiii...itu mah aku memang harus bisa masak, hahaha! Tapi aku senang, permintaannya menjadi motivasiku untuk terus belajar masak dan mencoba resep baru. Gak sabar pengen cepet sampai tahap bisa :)

Mama selalu mencoba setiap masakanku (sebenarnya setengah masakanku dan setangah masakan Oting karena aku belum bisa dilepas masak sendiri ;D). Mama selalu bilang enak (apa ini trik Mama membesarkan hatiku ya supaya aku terus semangat belajar masak?), dan aku dengan polos menerima pujian Mama. Aku senang (^_*)

"Makanya terus belajar sama Oting, daripada Mama suruh Teteh berhenti les Spanyol biar jadinya les masak-jahit aja," kata Mama di hari kesekian aku belajar masak. Huaaaa, ini nih yang aku maksud ultimatum kedua Mama. Walaupun Mama mengatakannya sambil becanda, aku yakin ini adalah hal yang serius T_T

Aku senang didukung orang-orang terdekatku untuk meraih masa depanku. Bila dibandingkan temannya temanku tadi, aku jauh lebih beruntung. Apalagi jika mengingat ceritanya, mungkin saat ini aku sudah menjadi sebatang kara, terpenjara asa, huhuu..lebay :p

Aku harus bersyukur, dikaruniai orangtua yang baik, pengertian, dan juga dipertemukan dengan guru Oting, yang membuat pelajaran memasakku terasa ringan dan mudah. Terlebih waktu luang yang sangat banyak kumiliki sebelum aku memulai perkuliahanku sekitar akhir bulan ini. Aku harus mensyukuri dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya (pernyataan ini sebagai wujud rasa bersalahku karena selama ini aku sibuk menjadi sleeping beauty). Kenapa sih aku baru tergerak kalau sudah mepet waktunya? =(

Oke, mulai sekarang gak boleh leha-leha lagi. Harus gesit! Yuk kita bikin list menu apa saja yang prioritas dipelajari (ini adalah kategori menu request dari pasanganku, hihi), lalu menu-menu lain yang ringan disantap untuk waktu senggang. Hayo, apakah itu? ;)

Come on, berpacu dengan waktu, Kika! Sesungguhnya seseorang itu merugi karena perbuatannya sendiri.

So please welcome our new chef, Cheeeeeeffff Kikaaaaa!!! ^o^

No comments: