CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Thursday, July 1, 2010

House Is Not A Home


"Country road, take me home,
To the place I belong,
West Virginia, Mountain Mama,
Take me home, country road..."


Penggalan lagu di atas menggambarkan betapa seseorang merindukan suasana rumahnya sampai ia sebegitunya ingin pulang. Dan tak sedikit pula (bahkan hampir semua orang) mengatakan home sweet home walaupun rumah mereka sudah seperti gubuk derita.


Aku juga merasakan hal yang sama. Semewah-mewahnya rumah orang, lebih enak di rumah sendiri. Lebih nyaman, lebih bebas. Namun itu tidak selalu, karena aku sering merasa ingin minggat melihat suasana rumahku.

Konflik kecil dalam sebuah keluarga memang sering terjadi. Omelan pagi hari, ngambek, tidak diijinkan bepergian, adalah contoh peristiwa harian di hampir setiap keluarga. Mungkin itu bentuk kasih sayang keluarga kita terhadap kita. Diomeli pagi hari karena telat bangun dan menjadi kuatir terlambat sekolah atau bekerja, tidak diijinkan bepergian karena alasan kesehatan atau lainnya. Namun jika konflik ini berbuntut dan buntutnya panjang, aku pikir sudah bukan bentuk kasih sayang lagi; sudah bentuk egois. Genderang perang seolah sudah ditabuh dan bersiap tempur entah itu perang dingin atau perang saudara.

Sebenarnya aku tidak mau jika suatu masalah menjadi berlarut-larut. Aku ingin segera selesai karena masalah kecil sebaiknya jangan dibesar-besarkan. Masalahnya, orang rumah yang sudah kucoba ajak damai tidak menunjukkan itikad yang sama. Padahal jika menuruti kata hati, aku pun sama ; belum bisa berdamai. Tapi aku mau berdamai demi keutuhan rumah tangga.

Sering ketika suatu hal menjadi pemicu konflik, aku berusaha diam. Tapi sikap diamku justru disalahartikan. (Mungkin) orang rumahku menganggap aku menerima diperlakukan demikian, padahal aku diam karena aku tidak ingin ribut. Tapi yang sering terjadi justru orang rumahku semakin ribut. Dan aku punya batas kesabaran, aku tidak tuli.

Kalau keadaan makin panas seperti ini, rumah bukan lagi tempat yang nyaman. Kita seperti terbatas ketika ingin melakukan kebiasaan kita di rumah, apalagi jika orang rumah berkoalisi dalam gerakannya. Aku merasa ingin segera keluar dan going somewhere that nobody knows.

Ingin sekali rasanya aku membalas kata-kata orang rumah dengan yang lebih keras lagi, lebih pedas lagi, lebih mengesalkan lagi, lebih menyakitkan lagi. Tapi selalu aku tahan. Ingin sekali rasanya aku membanting apapun yang bisa aku banting, melempar apa yang bisa aku lempar, merusak apa yang bisa aku rusak. Tapi selalu aku tahan. It doesn't work i guess. Orang rumah malah seperti makin melancarkan aksinya membuatku geram dan mendidih. I'm leaving!

Pergi ke suatu tempat yang tak seorang pun tahu, dan pergi entah sampai kapan; menjadi pilihanku. Inilah bentuk protesku terhadap sikap orang rumah yang aku anggap egois. Aku tahu aku salah maka itu aku ditegur (ini adalah konflik), lalu aku bereaksi yang kadang reaksi itu negatif. Perasaanku yang sedang tidak enak karena ditegur masih bergejolak, tapi aku berusaha untuk tidak memberi respon negatif lebih jauh. Malah aku sering duluan mencoba mencairkan suasana tapi sering pula mendapat umpan balik jual mahal. Kontan aja aku yang memang masih dalam keadaan labil tidak bisa terima. Aku memang salah, aku minta maaf, aku berusaha memperbaiki suasana, tapi tidak dihargai. Jauh dalam hatiku sebenarnya aku pun belum bisa berdamai, tapi kita kan keluarga...atau aku bukan???

Lari dari rumah bukannya menyadarkan orang rumah mengapa aku sampai melakukan itu. Aku terus dihubungi namun ketika aku mengangkat telepon selulerku, mereka tanpa merasa bersalah bertanya aku dimana dan kenapa tidak pulang. Satu hal yang perlu diketahui, aku tidak akan memberitahu dimana keberadaanku. Dan jika aku tidak menahan diri, aku tidak akan pernah kembali.

Saranku, kepada siapapun, usahakan kita memiliki kamar pribadi masing-masing. Karena itu adalah markas ; tempat persembunyian yang baik saat perang tengah meletus. Kalian bisa survive disana tanpa harus hengkang hingga bendera putih dikibarkan. When home feels not homy anymore for you, your private room might helpful!

Room Sweet Room ^_^

No comments: