CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Showing posts with label spirit. Show all posts
Showing posts with label spirit. Show all posts

Thursday, July 29, 2010

Mari Masak Masako ^_^

Kalau ngomongin masak, aku memang pemula banget...malah pra-pemula, hahahaa! Senang masak tapi ngga pernah masak (how come??!!) :D

Aku memang senang masak, punya minat yg cukup tinggi sama dunia dapur, tapi hawa malas yang kumiliki ternyata lebih tinggi dari minat belajar masakku, hiiii..!! Daripada hobi masakku jadi tinggal kenangan, aku akhirnya membulatkan tekad untuk segera belajar masak sebelum mendapat ultimatum kedua dari Mama. Begini ceritanya (auuuuuuuu...) *backsound serigala mengaum +_+

Aku senang sekali belajar berbagai macam bahasa asing, dan saat ini pun aku tengah mengikuti kursus bahasa yang bahasanya dipakai di hampir seluruh negara di Amerika Selatan kecuali Portugis, yakni Spanyol. Sebelumnya, aku sudah mempelajari bahasa asing lainnya seperti bahasa negeri Doraemon dan bahasa romantis Perancis. Bahasa Inggris? hmm..sepertinya itu sudah otomatis, meskipun my English masih belepotan ;D

Temanku cerita, salah satu temannya akan menikah tahun depan, dan ia tidak diijinkan mengikuti kursus bahasa Spanyol yang ia minati sejak lama. Oleh orangtua dan kekasihnya, ia diarahkan untuk kursus masak dan jahit saja sebagai persiapan menjadi ibu rumah tangga. Poor her...mungkin jika aku di posisinya aku akan mengamuk karena merasa terancam akan dipingit nanti :O

Saturday, July 17, 2010

Al-Qur'an cs Intel

Alhamdulillah…

Aku baru aja selesai belajar mengaji which sebelumnya maleeeeeesssss banget untuk kembali belajarnya! Bayangin, aku sudah mulai belajar mengaji dari tahun 2006, sampai sekarang belum lancar juga ngajinya. Malah aku keduluan adikku Yudith, dia sudah lancar, padahal dia yang menyusul aku menjadi muallaf. Aku gak ngerti, rasanya seperti aku tidak bisa mengingat bentuk-bentuk huruf Hijaiyah itu dan seperti tidak menempel di ingatanku. Apalagi ditambah tanda bacaan yang membedakan bunyi serta panjang-pendek hurufnya. Setiap kali membaca, aku merasa juling, dan otakku menolak meneruskan belajar. Pikiranku membandel, aku gak mau belajar mengaji lagi. Aku hafalkan saja surat-surat Al-Qur’an yang menggunakan huruf Romawi untuk bacaan sholatku. Aku merasa tersiksa. Aku sadar aku harus bisa baca Al-Qur’an karena Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi dasar hukum kehidupan, tuntutan hidup. Terlebih dituliskan akan hilang isi Al-Qur’an pada suatu masa menjelang hari kiamat dan akan habis para ulama dan ahli Al-Qur’an yang bisa mengajarkan kita lagi untuk mendalami Al-Qur’an. Mungkin ini cobaan buatku, tapi aku tak bisa memungkiri. Aku kontradiksi!

Segala puji bagi-Nya yang selalu menunjukkan jalan yang lurus kepada umat-Nya, khususnya buatku. Sekalipun aku kerap melenceng dari jalan-Nya; dari perintah-Nya, namun aku tidak dibiarkan hilang. Tetap aku diingatkan untuk segera membenahi spiritualitas diri. Sampai belakangan aku semakin tergerak untuk kembali belajar mengaji, dan hari ini aku (akhirnya) kembali belajar mengaji =)


Banyak sekali waktu luangku sebenarnya, malah bukan waktu luang tapi waktu kosong. Tiap hari aku habiskan dengan tidur dan tidur. Berkali-kali Mama mengingatkan untuk aku segera belajar mengaji namun aku tidak bergeming. Dalam hatiku aku ingin, tapi jangan sekarang. Dalam hati sebenarnya aku malu, karena aku bela-belain belajar bahasa asing hampir setiap hari namun tidak prioritas. Dikatakan dalam hadits, malu berarti kita masih peduli dengan keadaan sekeliling kita untuk berbuat salah. Alhamdulilah, aku masih bisa merasa malu. Apalagi Allah memberi kemurahan rejeki lagi padaku untuk aku bisa kursus bahasa Spanyol selain bahasa Inggris. Itu berarti, aku harus lebih mensyukuri kebaikan-Nya dengan berbuat seperti yang diperintahkan-Nya, pelajari Al-Qur’an. Alhamdulillah aku diberi ketetapan hati untuk itu.

Tuesday, June 29, 2010

Bermimpilah atau Kau Akan Tenggelam


Banyak orang bilang raihlah mimpimu setinggi-tingginya, raihlah cita-citamu setinggi-tingginya. Banyak pula yang bilang jalani saja hidup ini karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. Which one is better?

Sedari kecil, aku diberitahu untuk belajar yang rajin agar pintar dan bisa meraih cita-cita. Seiring bertambah dewasa, aku memilih jalan hidup
gak neko-neko. Aku menjalani hidupku sebagaimana orang sering bilang "let it flow". Terasa lempeng sekali karena aku tidak merasa gagal jika sesuatu terjadi dalam apa yang sedang kujalani. Aku menganggap hal tersebut wajar sebagai bagian yang memang harus dilalui, lalu aku pun kembali melanjutkan hidupku.

Lama-lama aku merasa perjalanan hidupku ini jauh sekali dari cita-cita yang ingin kucapai. Aku berjalan kesana-kemari mengikuti
arus hingga aku lupa dengan mimpiku; cita-citaku. Dan saat aku melihat sekeliling, tak satupun orang-orang yang ada ini aku kenal. Dan saat aku meng-update kabar orang-orang yang kukenal, mereka telah menjadi orang. Aku tertinggal.

Apa ada yang salah dengan prinsip hidupku? Atau apa aku yang salah dalam menerapkannya?

Sampailah suatu saat aku membaca sebuah kutipan di surat kabar dari seorang tokoh Perang Dunia II asal Itali, Benito Mussolini. "Mulailah hidupmu dari mimpi. Karena tanpa mimpi, tidak akan pernah terwujud kenyataan."

What a word!!
Kata-kata itu langsung menyadarkanku bahwa mimpi adalah kerangka menuju pencapaian cita-cita. Dan jalan menuju kesana butuh prinsip yang lebih
streng. Mungkin hal ini tidak berlaku bagi semua orang, tapi (semoga) berlaku bagiku. Aku butuh prinsip yang lebih diktator.

Namun aku melembek. Aku
lupa dengan Mussolini. Aku kembali berjalan seperti air, mengikuti arus hingga aku kembali bertemu dengan teman kuliahku, Katya, (bukan nama sebenarnya), dalam les privat TOEFL yang diadakan di rumahku.