Waktu aku kecil, Papa pernah bercerita tentang kakek-nenekku. Aku tidak sempat bertemu mereka karena sudah berpulang menghadap Yang Di Atas sebelum aku lahir. Papa bilang, kakek-nenekku (aku memanggil mereka Opung) adalah orang yang sangat baik, yang tidak pernah marah. Senang mendengarnya, karena aku tidak suka mendengar Mamaku marah-marah apalagi namanya anak-anak sukanya bermain, melakukan apapun dengan bebas, tidak suka diomeli apalagi dimarahi. Terbayang olehku betapa beruntungnya Papa mempunyai mama dan papa seperti Opung.
Lalu aku menceritakan hal itu pada Mama. Mama bilang wajar saja Papa bercerita seperti itu karena yang namanya anak akan selalu menganggap baik orang tuanya. Mama juga akan mengatakan hal yang sama tentang orang tua Mama padaku (aku memanggil mereka Eyang). Bedanya, Eyang pernah marah dan tidak pernah tidak marah. "Kalau salah ya dimarahin," begitu kata Mama.

Sampai aku tumbuh besar, aku sering berharap Mama tidak marah-marah atau setidaknya tidak sering marah padaku dan adik-adikku. Kalau sudah marah, kuping rasanya gatel karena Mama teruuuusss mengomel dan baru akan reda sampai batas waktu yang tak pasti, huff!
Namun semakin aku menjalani hidup, semakin melihat lingkungan sekitar, aku jadi mulai meralat pikiranku bahwa marah adalah hal yang tidak baik. Selama ini aku tahu bahwa kita perlu dimarahi jika kita salah, dan sekarang aku lebih sadar bahwa marah bukan sekedar untuk memberitahu bahwa kita telah salah melakukan sesuatu, tapi lebih ke pembentukan karakter.
Lalu aku menceritakan hal itu pada Mama. Mama bilang wajar saja Papa bercerita seperti itu karena yang namanya anak akan selalu menganggap baik orang tuanya. Mama juga akan mengatakan hal yang sama tentang orang tua Mama padaku (aku memanggil mereka Eyang). Bedanya, Eyang pernah marah dan tidak pernah tidak marah. "Kalau salah ya dimarahin," begitu kata Mama.

Sampai aku tumbuh besar, aku sering berharap Mama tidak marah-marah atau setidaknya tidak sering marah padaku dan adik-adikku. Kalau sudah marah, kuping rasanya gatel karena Mama teruuuusss mengomel dan baru akan reda sampai batas waktu yang tak pasti, huff!
Namun semakin aku menjalani hidup, semakin melihat lingkungan sekitar, aku jadi mulai meralat pikiranku bahwa marah adalah hal yang tidak baik. Selama ini aku tahu bahwa kita perlu dimarahi jika kita salah, dan sekarang aku lebih sadar bahwa marah bukan sekedar untuk memberitahu bahwa kita telah salah melakukan sesuatu, tapi lebih ke pembentukan karakter.




